Sabtu, 02 Februari 2013 - 14 komentar

Niat-niat Shalat Fardhu


1. Niat Shalat Subuh

اُصَلِّىْ فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا) / (إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى, اَللهُ اَكْبَرُ
Ushalli fardhash-shubhi rak'ataini mustaqbilal-qiblati adaa'an (ma'muuman / imaaman) lillaahi ta'aalaa. Allahu Akbar.
Artinya :
"Aku menyengaja shalat fardhu subuh dua raka'at menghadap kiblat (makmuman / imaman) karena Allah." Allaahu Akbar.

2. Niat Shalat Zhuhur

اُصَلِّىْ فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ َركَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا) / (إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى, اَللهُ اَكْبَرُ
Ushalli fardhazh-zhuhri arba'a raka'aatim mustaqbilal-qiblati adaa'an (ma'muman / imaman) lillaahi ta'aalaa. Allaahu Akbar.
Artinya :
"Aku menyengaja shalat fardhu zhuhur empat raka'at menghadap kiblat (makmuman / imaman) karena Allah." Allaahu Akbar.

3. Niat Shalat Ashar

اُصَلِّىْ فَرْضَ اْلعَصْرِاَرْبَعَ َركَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا) / (إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى, اَللهُ اَكْبَرُ
Ushalli fardhal-'ashri arba'a raka'aatim mustaqbilal-qiblati adaa'an (ma'muman / imaman) lillaahi ta'aalaa. Allaahu Akbar.
Artinya :
"Aku menyengaja shalat fardhu Ashar empat raka'at menghadap kiblat (makmuman / imaman) karena Allah." Allaahu Akbar.

4. Niat Shalat Magrib

اُصَلِّىْ فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلَاثَ َركَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا) / (إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى, اَللهُ اَكْبَرُ
Ushalli fardhal-maghribi tsalaatsa raka'aatim mustaqbilal-qiblati adaa'an (ma'muman / imaman) lillaahi ta'aalaa. Allaahu Akbar.
Artinya :
"Aku menyengaja shalat fardhu magrib tiga raka'at menghadap kiblat (makmuman / imaman) karena Allah." Allaahu Akbar.

5. Niat Shalat Isya'

اُصَلِّىْ فَرْضَ اْلعِشَاءِاَرْبَعَ َركَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا) / (إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى, اَللهُ اَكْبَرُ
Ushalli fardhal-'isyaa'i arba'a raka'aatim mustaqbilal-qiblati adaa'an (ma'muman / imaman) lillaahi ta'aalaa. Allaahu Akbar.
Artinya :
"Aku menyengaja shalat fardhu isya' empat raka'at menghadap kiblat (makmuman / imaman) karena Allah." Allaahu Akbar.

6. Niat Shalat Jum'at

اُصَلِّىْ فَرْضَ اْلجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا) / (إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى, اَللهُ اَكْبَرُ

Ushalli fardhal-jum'ati rak'ataini mustaqbilal-qiblati adaa'an (ma'muman / imaman) lillaahi ta'aalaa. Allaahu Akbar.
Artinya :
"Aku menyengaja shalat fardhu jum'at dua raka'at menghadap kiblat (makmuman / imaman) karena Allah." Allaahu Akbar.
Baca Selengkapnya »»  
Jumat, 01 Februari 2013 - 13 komentar

Tujuh Rahasia Istighfar


Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan kalimat "Astaghfirullahal'adzim" atau kalimat lain yang semakna.

Permohonan ampun ini dilakukan dengan hati yang tulus dan dibarengi dengan penyesalan atas kesalahan serta bertekad untuk tidak mengulanginya.

Inilah 7 rahasia istighfar :

1. Mendatangkan ampunan dari Allah.


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا  يُرْسِلِ السَّمَاءِ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا  وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku katakan kepada mereka, Ber-istighfar-lah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Qs.Nuh: 10-12).

2. Mengatasi kesulitan dan terbukanya pintu rezeki.
"Barangsiapa beristighfar secara rutin, pasti Allah memberinya jalan keluar dalam kesempitan dan memberi rezeki yang tiada terhingga padanya." (HR.Abu Daud).

3. Menambah kekuatan.


وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa". (QS.Hud : 52).

4. Memperoleh banyak kenikmatan.

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS.Hud : 3).

5. Turunnya rahmat.

 قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dia berkata: "Hai kaumku, mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat". (QS.An naml : 46).

6. Sebagai kafaratul majelis.
"Barangsiapa yang duduk dalam satu majelis (perkumpulan orang) lalu di dalamnya banyak perkataan sia-sianya atau (perdebatan) kemudian sebelum ia bangkit dari majelis membaca (istighfar),

Subhaanakallahumma wa
bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa
anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.

"Maha suci Engkau ya Allah dan aku memuji-Mu dan aku bersaksi bahwa tiada Allah melainkan Engkau, aku meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu."
Maka ia akan diampuni kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya selama di majelis itu." (HR.Turmudzi, Nasa'i, ibnu Hibban, abu daud dan al hakim).

7. Terhindar dari azab Allah.


وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (QS.Al-anfal : 33).
Baca Selengkapnya »»  
Rabu, 30 Januari 2013 - 0 komentar

QS.001 : Al-Fatihah


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." (QS.1:1)

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin
"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." (QS.1:2)

الرَّحْمَـنِ الرَّحِيْمِ
Ar-rahmaanir-rahiim
"Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." (QS.1:3)

مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
Maaliki yaumid-diin
"Yang menguasai hari kemudian." (QS.1:4)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
"Pada-Mulah aku mengabdi dan kepada-Mulah aku meminta pertolongan." (QS.1:5)

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُستَقِيْمَ
Ihdinash-shiraatal-mustaqiim
"Tunjukilah kami ke jalan yang lurus." (QS.1:6)

 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيهِمْ غَيْرِ المَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ

Shiraatal-ladziina an'amta 'alaihim ghairil-maghdhuubi 'alaihim wa ladh-dhaalliin
"Bagaikan jalan mereka yang telah Engkau beri nikmat bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat." (QS.1:7)
Baca Selengkapnya »»  
Selasa, 29 Januari 2013 - 0 komentar

Cara-cara Mengerjakan Shalat

Adapun cara-cara mengerjakan shalat ialah:
- Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat.
Niat shalat menurut shalat yang sedang dikerjakan, misalnya shalat subuh dan sebagainya.
- Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca "ALLAHU AKBAR",
اَللهُ اَ كْبَرُ
- Setelah takbiratul ihram kedua belah tangannya disedekapkan pada dada. kemudian membaca do'a iftitah.
Bacaan Do'a Iftitah
اَللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ للهِ بُكْرَةً وَاَ صِيْلَا
Allahu akbar kabiraa wal-hamdu lillahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa.
اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ حَنِيْفًامٌسْلِمًاوَمَ اَنَامِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ
Innii wajjahtu wajhiya lil-laadzii fatharas-samaawaati  wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana  minal-musyrikiin.
 اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْ تُ وَاَنَامِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ
Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil -'aalamiin. Laa syariikalahu wa bi dzaalika umirtu wa ana minal -muslimiin.
Artinya :
"Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyirikin. Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin."

Do'a Iftitah Yang Lain
Boleh juga membaca do'a iftitah dengan do'a sebagai berikut:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Allaahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allaahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats-tsaubul -abyadhu minad-danas. Allaahummaghsilnii min khathaayaaya bil-maa'i wats-tsalji wal-barad.
Artinya :
"Ya Allah, jauhkanlah aku daripada kesalahan dan dosa sejauh antara jarak timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air, dan air salju yang sejuk." 

Surat Fatihah
Selesai membaca do'a iftitah, kemudian membaca surat Fatihah sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, الرَّحْمَـنِ الرَّحِيْمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ, اِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيْمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيهِمْ, غَيْرِ المَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ. آمِيْنَ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin
Ar-rahmaanir-rahiim
Maaliki yaumid-diin
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
Ihdinash-shiraatal-mustaqiim
Shiraatal-ladziina an'amta 'alaihim
Ghairil-maghdhuubi 'alaihimwa ladh-dhaalliin
Aamiin
Artinya :
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam
Yang Pengasih dan Penyayang
Yang menguasai hari kemudian
Pada-Mulah aku mengabdi dan kepada-Mulah aku meminta pertolongan
Tunjukilah kami ke jalan yang lurus
Bagaikan jalan mereka yang telah Engkau beri nikmat
Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat.

Surat-Surat Pendek Dan Mudah Dihafal
Selesai membaca fatihah dalam raka'at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam, diisunahkan membaca surat attau ayat Al-Qur'an.
Surat-surat yang dibaca dalam shalat antara lain:
Surat An-Nas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ, مَلِكِ النَّاسِ, إِلهِ النَّاسِ, مِنْ شَرِّ الْوَسْواسِ الْخَنَّاسِ, الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ, مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Qul a'uudzu bi rabbin-naas
Malikin-naas
Ilaahin-naas
Min Syarril-waswaasil-khannaas
Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas
Minal-jinnati wan-naas.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. "Katakanlah (hai Muhammad)! Aku mohon perlindungan pada Tuhannya manusia. Yang menguasai manusia (yang menjadi) Tuhan manusia.
Mohon Perlindungan daripada kejahatan was-was (pengganggu hati) yang menggoda. Ialah hati yang menggoncangkan hati manusia. Baik dari jenis jin dan manusia."

Surat Al-Ikhlas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ ٱللهُ أَحَدٌ, ٱللهُ ٱلصَّمَدُ, لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Qul huwallaahu ahad
Allahush-shamad
Lam yalid wa lam yuulad
wa lam yakul lahuu kufuwan ahad
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
"Katakanlah (hai Muhammad)! Allah itu Esa.
Allah tempat meminta.
Tiada Ia beranak dan tiada pula Ia dilahirkan.
Dan tak ada bagi-Nya seorang pun yang menyerupai-Nya."

Rukuk
Selesai membaca surat, lalu mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga seraya membaca "Allahu Akbar", terus badannya membungkuk, kedua tangannya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.
Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal-'adhiimii wa bi hamdih.      3 kali
Artinya :
"Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."

I'tidal
Selesai rukuk, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca sebagai berikut:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allaahu li man hamidah.
Artinya :
"Allah mendengar orang yang memuji-Nya."

Pada waktu berdiri tegak (i'tidal) terus membaca:
رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ مِلْءُالسَّمَوَاتِ وَمِلْءُاْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِعْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbanaa lakal-hamdu mil'us-samaawaati wa mill-ul-ardhi wa mil'u maa syita min syai'in ba'du.
Artinya :
"Ya Allah tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang Kau kehendaki sesudah itu."

Sujud
Setelah i'tidal terus sujud (tersungkar ke bumi) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun seraya membaca "Allaahu Akbar", dan setelah sujud membaca tasbih sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal-a'laa wa bi hamdih.     3 kali
Artinya :
"Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya."

Duduk Antara Dua Sujud
Setelah sujud kemudian duduk serta membaca "Allaahu Akbar" dan setelah duduk membaca :
رَبِّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِىْ وَاجْبُرْنِىْ وَارْفَعْنِى وَارْزُقْنِىْ وَاهْدِ نِىْ وَعَا فِنِىْ وَاعْفُ عَنِّىْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya :
"Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk da berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

Sujud Kedua
Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud pertama, baik caranya maupun bacaannya.

Duduk Tasyahud / Tahiyat Awal
Pada raka'at kedua, kalau shalat kita tiga raka'at atau empat raka'at, maka pada raka'at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud / tahiyat awal, dengan duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki.

Bacaan Tasyahud / Tahiyat Awal
آلتَّحِيَّاتُ اْلمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللَّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَ سَيِّدِ نَامُحَمَّدٍ
At-tahiyyatuul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah.
As-salaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiin.
Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa ayhadu anna Muhammadar Rasulullaah.
Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya :
"Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah.
Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad).
Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

Tasyahud Akhir
Bacaan tasyahud akhir / tahiyat akhir ialah tahiyat awal yang ditambah dengan shalawat atas Nabi Muhammad, dan lafazhnya sebagai berikut :
وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَامُحَمَّدٍ
Wa  'alaa aali sayyidinaa Muhammad
Artinya :
"Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad."

Pada tahiyat akhir disunahkan membaca shalawat Ibrahimiyah .
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيِدِ نَآ إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَّيِدِ نَآ إِبْرَاهِيْمَ وَ بَارِِكْ عَلَى سيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيِّدِ نَا إبْرَاهِيَْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِ نَاإِبْرَاهِيْمَ فى اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa Ibrahiim wa 'alaa aali sayyidinaa Ibrahiim wa baarik 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibrahiim wa 'alaa aali sayyidinaa Ibrahiim fil-'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya :
"Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia."

Salam
Selesai tahiyat akhir, kemudian salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri dengan membaca :
اَلسَّلَا مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُ اللهِ
As-salaamu 'alaikum wa rahmatullaah.
Artinya :
"Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."

Doa Qunut
Apabila mengerjakan shalat subuh, maka pada raka'at yang kedua, pada waktu i'tidal berdiri tegak dari rukuk setelah membaca : "Rabbana lakal-hamdu..." lalu membaca qunut sebagai berikut:
أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ
وَقِنِى بِرحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ
فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلَايَعِذُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ اْلحَمْدُعَلَ مَا قَضَيْتَ
اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْ بُ اِلَيْكَ
وَصَلَّ اللَهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِالنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allaahummahdinii fii man hadaiit, wa 'aafinii fii man 'aafaiit, wa tawallanii fii man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a'thaiit. Wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaiik. Wa innahu la yadzillu man wa ta'aalait. Fa lakal-hamdu 'alaa maa qadhaiit astaghfiruka wa atuubu  ilaiik. Wa shallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.
Artinya :
"Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala Puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya dan sahabat-sahabatnya."
Baca Selengkapnya »»  
Jumat, 11 Januari 2013 - 0 komentar

Arti Shalat

Shalat ialah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadat, dalam bentuk beberapa perkataan dan perbuatan, yang dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah ditentukan syara'.

Dalil Yang Mewajibkan Shalat
Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Al-Qur'an maupun dalam Hadits Nabi Muhammad saw.

Dalil ayat-ayat Al-Qur'an yang mewajibkan shalat antara lain :
وَاَقِيْمُواالصَّلَاةَ وَاَتُواالذَّكَاةَ وَارْكَعُوْامَعَ الرَّاكِعِيْنَ
(البقرة : ٤٣)
Wa awiimush-shalaata wa aatuz-zakaata warka'uu ma'arraaki'iin.
Artinya :
"Dan dirikanlah shalat, dan keluarkanlah zakat, dan tunduklah / rukuk bersama-sama orang-orang yang pada rukuk." (QS. Al-Baqarah : 43)
وَاَقِمِ الصَّلَاةَاِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ اْلفَخْشَآءِوَاْلمُنْكَرِ
 (العنكبوة : ٤٥)
Wa aqimish-shalaata innash-shalaata tanhaa 'anil-fakhsyaa'i wal-munkar.
Artinya :
"Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang jahat (keji) dan yang mungkar." (QS. Al-'Ankabut : 45)

Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa anak-anak dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil, sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi Muhammad saw sebagai berikut :
مُرُوْااَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ اَبْنَاءُسَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ ابْنَاءُعَشْرِسِنِيْنَ
Muruu aulaadakum bish-shalaati wa hum abnaa'u sab'i siniin wadhribuuhum 'alaihaa abnaa'u asyri siniin.
Artinya :
"Perintahlah anak-anakmu mengerjakan shalat di waktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah (kalau enggan melakukan shalat) di waktu mereka meningkat usia sepuluh tahun." (HR. Abu Dawud)

Syarat-syarat Shalat
1. Beragama Islam
2. Sudah baligh dan berakal
3. Suci dari hadats
4. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat
5. Menutup aurat, laki-laki auratnya antara pusat dan lutut, sedang wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan dua belah tapak tangan
6. Masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing-masing shalat
7. Menghadap kiblat
8. Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunah.

Rukun Shalat
1. Niat
2. Takbiratul ihram
3. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardhu, boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit
4. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap raka'at
5. Rukuk dengan tumakninah
6. I'tidal dengan tumakninah
7. Sujud dua kali dengan tumakninah
8. Duduk antara dua sujud dengan tumakninah
9. Duduk tasyahud akhir dengan tumakninah
10. Membaca tasyahud akhir
11. Membaca shalawat nabi pada tasyahud akhir
12. Membaca salam yang pertama
13. Tertib : berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut.

Yang Membatalkan Shalat
Shalat itu batal (tidak sah) apabila salah satu syarat rukunnya tidak dilaksanakan atau ditinggalkan dengan sengaja.
Dan shalat itu batal dengan hal-hal yang seperti tersebut di bawah ini :
1. Berhadats
2. Terkena najis yang tidak dimaafkan
3. Berkata-kata dengan sengaja walaupun dengan satu huruf yang memberikan pengertian
4. Terbuka auratnya
5. Mengubah niat, misalnya ingin memutuskan shalat
6. Makan atau minum meskipun sedikit
7. Bergerak berturut-turut tiga kali seperti melangkah atau berjalan sekali yang bersangatan
8. Membelakangi kiblat
9. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti sujud dan rukuk
10. Tertawa terbahak-bahak
11. Mendahului imamnya dan rukun
12. Murtad, artinya keluar dari Islam.

Sunah Dalam Melakukan Shalat
Waktu mengerjakan shalat ada dua sunah, yaitu sunah ab'adh dan sunah hai'at.

Sunah Ab'adh
1. Membaca tasyahud awal
2. Membaca shalawat pada tasyahud awal
3. Membaca shalawat atas keluarga Nabi saw, pada tasyahud akhir
4. Membaca qunut pada shalat subuh, dan shalat witir dalam pertengahan bulan Ramadhan, hingga akhir bulan Ramadhan.

Sunah Hai'at
1. Mengangkat kedua belah tangan ketika takbiratul ihram, ketika akan rukuk, dan ketika berdiri dari rukuk
2. Meletakkan telapak tangan yang kanan di atas pergelangan yang kiri ketika berdekap (sedakep)
3. Membaca do'a Iftitah sehabis takbiratul ihram
4. Membaca ta'awwudz (A'uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim) ketika hendak membaca fatihah
5. Membaca amin sesudah membaca fatihah
6. Membaca surat Al-Qur'an pada dua raka'at permulaan (raka'at pertama dan kedua) sehabis membaca fatihah
7. Mengeraskan bacaan fatihah dan surat pada raka'at pertama dan kedua pada shalat magrib, isya' dan subuh selain makmum
8. Membaca takbir ketika gerakan naik turun
9. Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud
10. Membaca "Sami'allaahu liman hamidah" ketika bangkit dari rukuk dan membaca "Rabbanaa lakal-hamdu...." ketika i'tidal
11. Meletakkan telapak tangan di atas pada waktu duduk bertasyahud awal dan akhir, dengan membentangkan yang kiri dan menggenggamkan yang kanan kecuali jari telunjuk
12. Duduk iftirasy dalam semua duduk shalat
13. Duduk tawarruk (bersimpuh) pada waktu duduk tasyahud akhir
14. Membaca salam yang kedua
15. Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri masing-masing waktu membaca salam pertama dan kedua.

Makruh Shalat
Orang yang sedang shalat dimakruhkan :
1. Menaruh telapak tangannya di dalam lengan bajunya ketika takbiratul ihram, rukuk dan sujud
2. Menutup mulutnya rapat-rapat
3. Terbuka kepalanya
4. Bertolak pinggang
5. Memalingkan muka ke kiri dan ke kanan
6. Memejamkan mata
7. Menengadah ke langit
8. Menahan hadats
9. Berludah
10. Mengerjakan shalat di atas kuburan
11. Melakukan hal-hal yang mengurangi kekhusyukan shalat.

Perbedaan Laki-laki Dan Wanita Dalam Shalat

Laki-laki :
1. Meregangkan dua siku tangannya dari kedua lambungnya waktu rukuk dan sujud
2. Waktu rukuk dan sujud mengangkat perutnya dari dua pahanya
3. Menyaringkan suaranya / bacaannya di tempat keras
4. Bila memberitahu sesuatu membaca tasbih, yakni  membaca "Subhaanallah"
5. Auratnya dalam shalat barang antara pusat dan lutut.

Wanita :
1. Merapatkan satu anggota kepada anggota lainnya
2. Meletakkan perutnya pada dua tangan / sikunya ketika sujud
3. Merendahkan suaranya / bacaannya di hadapan laki-laki lain, yakni yang bukan muhrimnya
4. Bila memberitahu sesuatu bertepuk tangan, yakni tangan yang kanan dipukulkan pada punggung telapak kanan kiri
5. Auratnya dalam shalat seluruh tubuhnya, kecuali muka dan dua belah telapak tangan

Hal-hal Yang Mungkin Dilupakan
Dalam melaksanakan shalat mungkin ada hal-hal yang dilupakan, misalnya :
1. Lupa melaksanakan yang fardhu
Jika yang dilupakan itu yang fardhu, maka tidak cukup diganti dengan sujud sahwi. Jika orang telah ingat ketika ia sedang shalat, haruslah ia cepat-cepat melaksanakannya, atau ingat setelah salam, sedang jarak waktunya masih sebentar, maka wajiblah ia menunaikannya apa yang terlupakan, lalu sujud sahwi (sujud sunah karena lupa)
2. Lupa melaksanakan sunah ab'adh
Jika yang dilupakan itu sunah ab'adh, maka tidak perlu diulangi, yakni kita meneruskan shalat itu hingga selesai, dan sebelum salam kita disunahkan sujud sahwi
3. Lupa melaksanakan shalat hai'at
Jika yang terlupakan itu sunah hai'at, maka tidak perlu diulangi apa yang dilupakan itu, dan tidak perlu sujud sahwi.
Lafazh sujud sahwi :
سُبْحَانَ مَنْ لَايَنَ مُ وَلَايَسْهُوْا
Subhaana man laa yanaamu wa laa yashuu.
Artinya :
"Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa."

Sujud sahwi itu hukumnya sunah dan letaknya sebelum salam, dikerjakan dua kali sebagaimana sujud biasa.
Apabila orang bimbang atau ragu-ragu tentang jumlah bilangan raka'at yang telah dilakukan, haruslah ia menetapkan yang yakin, yaitu yang paling sedikit dan hendaklah ia sujud sahwi.
Baca Selengkapnya »»